Friday, January 31, 2020

Jorge Lorenzo Kembali Perkuat Yamaha Sebagai Pembalap Penguji

Jorge Lorenzo Kembali Perkuat Yamaha sebagai Pembalap Penguji

Berita Seputar MotoGP - Jorge Lorenzo kembali memperkuat tim balap Yamaha. Hanya saja, rider asal Spanyol itu akan menjadi pembalap penguji.

Kepastian itu diumumkan langsung tim Yamaha lewat pernyataan publik, Kamis (30/1/2020). Berikut pernyataan tim berlogo garpu tala tersebut.

"Yamaha Motor Racing dengan bangga mengumumkan, juara dunia lima kali sekaligus pembalap Yamaha yang sangat sukses Jorge Lorenzo akan memperkuat Yamaha Factory Racing Test Team untuk musim 2020" demikian bunyi pernyataan itu.

Yamaha bukan tim yang asing buat pembalap 32 tahun itu. Lorenzo memulai kariernya di ajang MotoGP pada musim 2008 bersama Yamaha, kemudian memenangkan tiga gelar juara dunia MotoGP di sana.

Karier Lorenzo meredup setelah memutuskan pindah ke Ducati pada 2017 dan kemudian memperkuat Repsol Honda di 2019. Setelah musim pertamanya di Honda, Lorenzo mengumumkan pensiun sebagai pembalap.  

CEO Ducati Ungkap Alasan Pertahankan Duet Dovi Dan Petrucci

CEO Ducati Ungkap Alasan Pertahankan Duet Dovi dan Petrucci

 
Berita Seputar MotoGP - CEO Ducati Claudio Domenicali menerima kritikan terhadap line up pembalap MotoGP tahun ini. Hanya saja, dia mengatakan penting memiliki joki yang tidak saling membenci tapi membangun motivasi satu sama lain.

Pada MotoGP 2020, tim Pabrikan Ducati menurunkan komposisi pembalap dari Italia, yakni Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Keberhasilan mereka pada musim lalu mendapat perhatian tajam dari penggemar setelah keduanya mengumpulkan tiga kemenangan saja.

Berbeda dengan duet Dovizioso dan Lorenzo, di mana mereka mampu membuat tujuh kemenangan dalam satu musim (2018). Inilah yang menimbulkan pertanyaan besar, mampukah Ducati mengakhiri dominasi Marquez di MotoGP 2020?

 
Domenicali menekankan jangan pernah menganggap komposisi pembalap ini tidak layak. Sebab, ketika salah satu dari Dovizioso dan Petrucci memenangkan balapan, itu tentunya akan memberikan suntikan motivasi buat yang lain untuk menorehkan prestasi.
 
"Saya pikir sangat penting untuk memiliki dua pembalap cepat di tim. Anda tidak perlu pembalap yang saling membenci, karena itu sangat bodoh. saya pikir kita berada dalam posisi yang sangat baik. Kami dikritik ketika kami membuat keputusan ini, tetapi Danilo membuktikan bahwa dia bisa sangat cepat," jelas Domenicali dikutip dari Speedweek, Sabtu (25/1/2020).

"Pada 2019, kami satu-satunya tim yang menang dengan kedua pembalap. Sementara pabrikan yang memenangkan kejuaraan dunia berjuang, tidak hanya dengan tim pabrik, tetapi juga dengan tim satelit. Dengan penggemar sepeda motor yang penuh perhatian, mungkin ada keraguan tentang siapa yang lebih pantas, daya saing sepeda motor atau pengendara," kata CEO Ducati.

"Saya lebih suka menjadi yang kedua dan menunjukkan bahwa semua pembalap motor kami bisa menang karena menang berulang kali dengan satu pembalap sedangkan yang lain tidak bisa mendekatinya. Ini ditunjukkan dengan cara tertentu bahwa kinerja terutama tergantung pada pembalap. Ini adalah performa atletik yang luar biasa dari atlet, tetapi kurang dari teknologi merek," pungkas Domenicali.

Berkenaan dengan musim 2020, Domenicali meyakini Dovizioso dan Petrucci bakal memberikan yang terbaik untuk mengalahkan dominasi Marc Marquez di ajang MotoGP tahun ini. Itu terlihat dengan kepercayaan diri dua pembalapnya untuk memberikan hasil terbaik pada musim ini.

"Mereka berlatih dengan baik dan masing-masing dari kita siap untuk melakukan yang terbaik. Perusahaan, tim, dan pembalap. Saya pikir itulah semangat yang diinginkan Ducatisti dari kami. Saya pikir bersama mereka akan memberikan kinerja yang fantastis untuk tim," pungkas Domenicali.