Wednesday, July 31, 2019

Marc Marquez Tak Mau Termakan Isu Pensiun Valentino Rossi

Marc Marquez Tak Mau Termakan Isu Pensiun Valentino Rossi

Berita Seputar MotoGP - Isu pensiun yang menerpa Valentino Rossi akhirnya ditanggapi sang rival, Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol itu mengaku tak mau termakan rumor pensiun The Doctor.

Seperti kita ketahui, kabar pensiun Rossi mengemuka setelah Direktur Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis, membuat keterangan publik dua pekan lalu. Waktu itu Jarvis menyebut Yamaha sudah tak bergantung pada sosok Rossi.

Secara prestasi, Rossi yang telah memenangkan sembilan gelar juara dunia, memang semakin menurun. Ia kesulitan bersaing dengan pembalap lain untuk memenangkan podium. Tapi, secara 'jualan' Rossi masih dibutuhkan oleh MotoGP. 

"Saya lihat Rossi akan lanjut. Saya pikir setiap pembalap yang bisa berada di atas motor dalam kecepatan 350 km/jam itu karena dia punya ambisi dan konsentrasi untuk terus melaju," kata Marquez.

Secara tak langsung, Marquez menepis rumor yang menyebut Rossi akan pensiun dalam waktu dekat.

Tim Yamaha Keceplosan Buat Pilihan Yang Tak Sesuai Dengan Pembalap

Tim Yamaha Keceplosan buat Pilihan yang Tak Sesuai dengan Pembalap

Berita Seputar MotoGP - Setahun yang lalu, Kepala Pengembangan Motor Yamaha, Kouji Tsuya, meminta maaf atas materi buruk M1 yang membuat Valentino Rossi dan Maverick Vinales mengalami penurunan drastis. Tapi hal itu seolah tak berubah banyak ketika duo tim Garpu Tala bertempur di ajang MotoGP musim ini. Pasalnya, untuk empat musim secara beruntun, mereka selalu berada di belakang kompatriot Repsol Honda.

Saat ini tim pabrikan Yamaha hanya mampu menempatkan Vinales dan Rossi berada di urutan kelima dan keenam pada klasemen sementara pembalap di paruh pertama MotoGP musim ini. Dahaga gelar juara dunia MotoGP seakan semakin juah dari paddock tim Yamaha dan mereka belum memenangkannya sejak Jorge Lorenzo pada 2015 lalu.

Pada 2017 hingga saat ini, tim Yamaha terus melakukan inovasi dengan memasukkan pembalap muda seperti Johann Zarco, Folger, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Keempat pembalap itu diyakini bakal dijadikan sebagai model penggerak, meskipun dalam versi yang berbeda.

Dampak dari kehadiran empat pembalap itu setidaknya berhasil membuat penikmat balap kuda besi menggelengkan kepala. Quartararo misalnya. Pembalap Petronas Yamaha itu sudah mengoleksi tiga pole position dan dua kali naik podium.

Meskipun belum ada kemenangan yang hadir dari Quartararo, namun penampilannya benar-benar membuat tim pabrikan gelisah. Rossi pun belum lama ini menyatakan bahwa dirinya tidak tahu versi mana yang akhirnya dihomologkan untuk tahun ini.

Tapi itu mungkin hanya setengah dari cerita. Dan, Rossi bersikeras jika dirinya tidak menyetujui pemilihan yang dilakukan tim Yamaha mengenai pengembangan motor M1.

"Spesifikasi mesin akhir adalah kompromi antara berbagai kebutuhan pengendara pabrik di musim dingin. Anda harus memutuskan spesifikasi sebelum awal musim," jelas Lin Jarvis dikutip dari Speedweek, Sabtu (27/7/2019).  

"Pembalap memiliki pandangan berbeda tentang hal-hal tertentu. Mesin yang kami bangun pada akhir musim bukanlah A atau B. Itu adalah kombinasi dari A dan B. Mungkin versi ini tidak sama persis dengan keinginan kedua pembalap. Tetapi Anda harus membuat pilihan. Yamaha memilih versi mesin yang lebih lembut, karena pada saat itu kami mengalami masalah dengan akselerasi, genggaman, roda, dan masa pakai ban. Sementara itu, kami telah memecahkan beberapa masalah ini. Tetapi kami merasa kehilangan tenaga mesin," pungkas Jarvis.