Wednesday, June 27, 2018

Yamaha Akan Sambut Dani Pedrosa Dengan Tangan Terbuka


Berita Seputar MotoGP - Dani Pedrosa dipastikan mengakhiri kerja sama degan Repsol Honda di akhir musim MotoGP 2018. Masa depan Pembalap Spanyol kini jadi spekulasi.

Kursi motor Honda RC213V Dani Pedrosa musim depan akan menjadi milik Jorge Lorenzo. Lalu, kemana Dani akan berlabuh? Ada pendapat yang bilang Pedrosa akan pensiun. Namun, pendapat lain menyebut pembalap itu bakal bergabung dengan Yamaha.

Untuk spekulasi yang terakhir, kubu Yamaha memberikan komentar. Direktur pelaksana Yamaha Racing, Lin Jarvis mengisyaratkan timnya akan menerima Dani Pedrosa dengan tangan terbuka. Tentunya, dengan catatan sang pembalap mau menyebrang dari Honda ke Yamaha.

"Pembicaraan berjalan dengan baik dan saya optimis kami akan menemukan solusi. Semoga akan ada berita positif dalam beberapa minggu ke depan untuk musim 2019. Jika Dani akhirnya menjadi salah satu pembalap, saya dan Yamaha akan senang melihat itu," kata Lin Jarvis dikutip Crash.net.

Pembalap tim pabrikan Movistar Yamaha, Maverick Vinales juga angkat bicara. Rekan satu tim Valentino Rossi menyebut Pedrosa adalah pembalap yang cocok jika memutuskan bergabung bersama Yamaha.

"Dani Pedrosa pastinya akan membawa banyak informasi." kata Vinales.

Sayangnya, Pedrosa kemungkinan tidak akan tampil di tim pabrikan Yamaha karena kursi pembalap di Movistar telah dihuni Vinales dan Valentino Rossi. Jika Pedrosa mau, dia kemungkinan memperkuat tim satelit Garpu Tala. 

Danilo Petrucci Ogah Di Ducati Sampai 2020

Danilo Petrucci Ogah di Ducati Sampai 2020

Berita Seputar MotoGP - Danilo Petruci resmi musim depan akan menjadi joki Ducati. Namun pembalap asal Italia itu enggan menerima opsi untuk bergabung dengan pabrikan tersebut sampai 2020.

Petrucci yang saat ini masih membela Pramac Racing secara resmi telah dipinang Ducati untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang pindah ke Honda. “Mereka (Ducati) mengajukan satu tahun plus satu. Tapi saya hanya menginginkan satu tahun, karena berbagai alasan,” kata Petrucci dikutip Motorsports, Jumat (22/6/2018).

Ternyata apa dilakukan Petrux, sapaan akrab Petrucci, merupakan bagian dari strategi untuk menaikkan harga. “Pertama-tama, karena dengan ini saya tidak akan rugi. Jika saya tampil bagus tahun depan, saya dapat menegosiasikan kembali kontrak yang lebih baik.”

Petrucci, berharap dapat terus menjadi pembalap pabrikan Ducati selama tahun-tahun yang akan datang. “Saya pikir fase studi saya belum selesai, karena tahun depan pada titik ini di musim saya akan menemukan diri dalam situasi yang sama, meskipun saya berharap untuk tetap di Ducati selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Akhir pekan lalu, Petrucci harus puas finis kedelapan. Sempat menempati posisi keempat, tetapi ia dihantam masalah ban depan yang menjadi terlalu panas. "(Itu) cukup aneh, kami memeriksa data, dan selama tiga lap bagian depan saya terkunci di tikungan 10,” kenangnya.

“Saya berpikir pertama kali, ‘Ya, itu bisa terjadi', kedua kali, ‘Oke, ada masalah dengan bagian depan’. Saya hampir menabrak Dani (Pedrosa), dan ketiga kalinya saya bilang, 'Oke pasti ada oli di lintasan’, karena cukup aneh.

“(Itu) menakutkan karena tidak terjadi satu kali, tapi tiga kali berturut-turut, dan sekarang kami memiliki tekanan dan sensor suhu pada ban, kami belum pernah melihat (suhu) 95 derajat pada ban depan. Terlalu tinggi.

“(Pada Sabtu) Michelin mengatakan 85 derajat terlalu banyak, hari ini (balapan) 95 derajat. Yang pasti saya tidak bisa berhenti. Posisi kedelapan cukup oke – sudah pasti saya tidak bisa senangm tapi saya mencetak beberapa poin, saya berada di peringkat kelima dalam kejuaraan.”