Wednesday, January 1, 2020

Jika Tidak Kompetitif, Rossi Tolak Perbarui Kontrak

Jika Tidak Kompetitif, Rossi Tolak Perbarui Kontrak

Berita Seputar MotoGP - Valentino Rossi secara tegas mengakui bahwa dirinya lebih baik untuk tidak membarui kontrak bersama tim Monster Energy Yamaha jika hasilnya tak memuaskan pada 2020. Sebaliknya, jika hasilnya membaik tak ada salahnya untuk membicarakan masa depan selanjutnya.

Pada Februari 2020, Rossi akan berusia 41 tahun. Jika melihat usianya sulit untuk mengungkap seberapa besar dia mampu bersaing memperebutkan podium dengan pembalap muda.

Apalagi jika menilik rekam jejaknya di musim lalu. Selama menjadi joki tim Yamaha, pembalap berjuluk The Doctor itu untuk pertama kalinya mengumpulkan poin terendah (174). 

Sekarang semua pembicaraan mengacu pada tahun depan. Maklum, 2020 merupakan momen terakhir Rossi untuk unjuk kebolehan mengingat kontraknya bersama tim Yamaha bakal berakhir.

Rossi pun mengatakan bahwa ia harus melakukan pembicaraan sejak awal apakah akan membarui kerja samanya dengan Yamaha atau mengakhiri kariernya sebagai pembalap.

"Tahun depan akan sangat penting. Pada akhir 2020 kontrak saya berakhir, jadi sayangnya saya harus segera memutuskan apa yang harus dilakukan, apakah akan melanjutkan atau tidak. Logikanya, keputusan untuk melanjutkan atau tidak akan banyak bergantung pada hasil," kata Rossi dikutip dari Autosport, Rabu (25/12/2019).

"Kami telah membuat perubahan dalam tim termasuk pergantian kepala kru, jadi kami akan melihat apakah kami dapat lebih kompetitif dan lebih cepat. Untuk membarui kita harus lebih kuat dari tahun ini. Jika tidak, lebih baik tidak membarui kontrak," imbuh Rossi.  

Kepala Mekanik Beberkan Kekurangan M1 Yamaha

Kepala Mekanik Beberkan Kekurangan M1 Yamaha

Berita Seputar MotoGP - Kepala Mekanik Maverick Vinales, Estaben Garcia membocorkan kekurangan motor M1 Yamaha. Menurutnya, motor ini pada dasarnya mudah untuk dikendarai dan bersaing dengan kuda besi lain. Hanya saja pembalap yang mengendarai motor tersebut tidak boleh tampil terlalu agresif.

"Jujur, Yamaha adalah motor yang sangat baik dan setiap pembalap yang mengendarainya akan tampil cepat. Tapi mencari langkah dan batas selanjutnya tidak semudah itu. Tanyakan Marco Morbidelli. Ini adalah motor yang jika pengendara mengendarainya dengan agresif maka pembalap tidak akan tampil maksimal," beber Garcia dikutip dari AS Sport, Selasa (24/12/2019).

Garcia mengamini pernyataan Jorge Lorenzo. Juara dunia lima kali itu menuturkan bahwa setiap pembalap yang mengendarai motor M1 Yamaha nyawa si pembalap harus menyatu dengan tunggangannya.

Itulah yang mungkin diperlihatkan Fabio Quartararo. Pembalap debutan di kelas MotoGP itu tampil sangat fantastis di musim ini. "Dia (Fabio) mampu beradaptasi sangat baik dengan gaya mengendarai. Kami harus beradaptasi dengan motor dan banyak mengubah gaya."