Sunday, May 31, 2020

Jadi Penggemar, Bos Ducati Minta Valentino Rossi Bertahan 1 Tahun Lagi


Berita Seputar MotoGP - Salah satu petinggi tim Ducati Corse, Paolo Ciabatti, mendukung pembalap Italia, Valentino Rossi, untuk melanjutkan kariernya di ajang MotoGP.

Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa Paolo Ciabatti adalah salah satu penggemar Valentino Rossi. The Doctor (julukan Rossi) sampai sekarang masih belum memberi kepastian terkait masa depannya di MotoGP.

Usai kehilangan tempat di tim Monster Energy Yamaha MotoGP, Rossi sebetulnya sudah mendapat posisi di Petronas Yamaha SRT.

Dia bahkan mendapat jaminan dukungan seperti saat masih membalap di tim pabrikan Yamaha. Namun, Rossi bergeming. 

Juara dunia MotoGP tujuh kali itu menegaskan bahwa dia baru akan mengambil keputusan perihal karier balapnya pada pertengahan musim kompetisi 2020.

Rossi mengaku ingin melihat terlebih dahulu seberapa kompetitif dirinya saat mengendarai motor YZR-M1 pada tahun ini.

Rencana Rossi tersebut bisa dibilang cukup sulit untuk dilakukan mengingat pandemi virus Corona alias Covid-19 telah mengubah jadwal kompetisi MotoGP 2020. 

Musim kompetisi yang semula dijadwalkan mulai berlangsung pada awal Maret lalu di Qatar, kini bergeser ke pertengahan Juli mendatang.

Alhasil, spekulasi mengenai masa depan Rossi pun terus bermunculan, termasuk kemungkinan dia pensiun.

Sebagai seorang fans yang belum siap kehilangan sosok idolanya, Paolo Ciabatti yang menjabat Direktur Olahraga Ducati Corse berharap Valentino Rossi bisa bertahan sedikit lebih lama lagi.

"Sebagai penggemar, saya pikir akan sangat baik jika Valentino Rossi melanjutkan setidaknya selama satu tahun," kata Ciabatti, dilansir BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

"Saya pikir dia masih bisa menunjukkan tajinya dalam hal olahraga dan dia mampu menarik perhatian publik serta media. Saya percaya dia akan memutuskan dalam beberapa minggu mendatang dan saya berharap dia akan tetap melanjutkan."

"Jika dia berhenti sebagai pembalap, saya pikir kita akan melihatnya sibuk dengan mobil. Saya harap dia bisa menemani kami setidaknya untuk satu musim," ucap dia melanjutkan.

Sejarah mencatat, Valentino Rossi pernah menjadi pembalap Ducati selama dua musim yakni pada tahun 2011-2012.

Namun, tak seperti saat membalap di Yamaha atau Honda, performa Rossi bersama tim asal Italia itu malah melempem.

The Doctor gagal tampil kompetitif, sehingga tak mampu mengulang kejayaan Casey Stoner dengan meraih gelar juara dunia.

Setelah dua musim tampil memble bersama Ducati, Rossi kembali ke tim Yamaha dan bertahan setidaknya sampai akhir tahun ini.

Sudah Tahu Rasanya Pensiun, Valentino Rossi Segera Umumkan Masa Depannya Di MotoGP


Berita Seputar MotoGP - Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, siap untuk membuat keputusan soal masa depannya di MotoGP. 

Tahun 2020 menjadi tahun penentuan bagi Valentino Rossi. Hasil kurang memuaskan pada musim lalu membuat Valentino Rossi ingin mengambil waktu sebelum memutuskan akan lanjut atau keluar dari MotoGP. 

Gantung helm bukan satu-satunya opsi yang dimiliki Rossi. Rossi berpeluang untuk bergabung dengan tim Petronas Yamaha SRT, salah satu tim independen paling ambisius di MotoGP.

Ditambah dengan jaminan dukungan setara pembalap tim pabrikan Yamaha, peluang Rossi untuk tampil kompetitif pun terbuka lebar.

Rossi awalnya ingin menggunakan enam seri balap pertama MotoGP 2020 untuk melihat peluangnya meraih hasil apik musim depan.

Namun begitu, rencana Rossi buyar karena pandemi virus corona membuat separuh balapan MotoGP musim ini urung digelar sesuai jadwal.

Rossi saat ini tertahan di rumahnya karena karantina wilayah. Meski begitu, masa karantina ternyata tidak selamanya buruk bagi Rossi.

"Sejujurnya, masa karantina saya menyenangkan," kata Valentino Rossi dalam wawancara yang dilansir BolaSport.com dari BT Sports.

"Saya berdiam diri di rumah, bersantai, bersama ibu, pacar, dan hewan peliharaan saya. Sejujurnya saya mengalami masa yang menyenangkan."

Pemenang sembilan gelar juara dunia itu tidak menampik bahwa masa karantina memberinya pengalaman yang sudah lama tidak dirasakannya.

"Bagi saya situasi ini aneh karena sejak 1995 hidup saya dihabiskan dengan berkeliling dunia untuk balapan," kata Rossi melanjutkan.

"Awalnya terasa aneh tetapi saya senang lebih banyak tinggal di rumah terutama tanpa tekanan yang terus menerus akibat hasil atau balapan."

Pembalap berjuluk The Doctor itu masih bisa mendapat masukan penting untuk dipertimbangkan. Jika balapan memberi pandangan soal pencapaiannya nanti di lintasan, berdiam diri di rumah membuat Rossi mengetahui kehidupannya setelah pensiun.

"Ini perasaan yang menyenangkan. Saya mulai tahu kehidupan saya nanti setelah berhenti menjadi pembalap," tutur Rossi lagi.

"Saya pikir saya juga bisa bersenang-senang setelah pensiun. Jadi saya bisa membuat keputusan dengan lebih mudah."

Rossi pun berencana mengambil keputusan soal masa depannya dalam waktu dekat. "Sekarang sudah akhir Mei dan saya pikir beberapa minggu lagi saya bisa mengambil keputusan. Pastinya semua orang akan tahu segera," tandasnya.