Tuesday, March 31, 2020

Marquez Dan Pedrosa Gabung Dengan Nadal Perangi Covid-19 Di Spanyol

Marquez dan Pedrosa Gabung dengan Nadal Perangi Covid-19 di Spanyol

Berita Seputar MotoGP - Marc Marquez dan Dani Pedrosa ikut berkontribusi memerangi pandemi virus corona yang melanda Spanyol dengan bergabung dalam kampanye penggalangan dana untuk membantu memulihkan kondisi di negaranya. Kampanye ini diinisiasi oleh Rafael Nadal dan Pau Gasol.

Dalam kampanye ini, Nadal dan Gasol memasang target 11 juta euro atau hampir Rp 200 miliar untuk membantu mengatasi Covid-19 di Spanyol. Kedua atlet ini terketuk untuk membantu pemerintah lantaran jumlah kematian yang disebabkan Covid-19 semakin meningkat di Negeri Matador.

Menurut data, jumlah kematian di Spanyol mencapai lebih dari 5 ribu jiwa dari 65 ribu yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Madrid dengan 19.243 kasus dan 2.412 kematian akibat Coronavirus. "Kami ingin menggalang 11 juta euro dan membantu 1,34 juta masyarakat yang terdampak dengan virus corona. Semoga seluruh dunia olahraga Spanyol mengikuti langkah kami," ujar Gasol.

Pembalap yang berkecimpung di dunia balap MotoGP pun tergerak untuk mengikuti kampanye sosial ini, seperi yang dilakukan Marquez. Juara dunia enam kali MotoGP itu mengatakan dalam keadaan darurat kesehatan seperti ini bantuan apa pun sangat penting.

"Seperti yang kau tahu, ini adalah hari-hari yang sulit. Situasi ekstrem, di mana bantuan apa pun sangat penting. Jadi saya bergabung dalam kampanye penggalangan dana yang diinisiasi Rafael Nadal dan Pau Gasol. Saya sudah memberikan sumbangan untuk proyek 'Balasan Palang Merah', di mana saya juga ingin mendorong dunia olahraga, khususnya dunia olahraga balap motor untuk membantu," kata Marquez dikutip dari Corsedimoto, Minggu (29/3/2020)

"Bersama-sama kita bisa melakukan banyak hal, seperti yang saya katakan, bantuan apa pun sangat penting. Itulah sebabnya saya mengevaluasi berbagai cara, proyek, atau inisiatif untuk membantu orang yang paling membutuhkannya. Yang terpenting, ingatlah, sesuatu yang sederhana seperti tinggal di rumah adalah yang paling bisa membantu saat ini," imbuh Marquez.

Sementara itu mantan rekan setim Marquez di tim Repsol Honda, Pedrosa terketuk untuk memberikan bantuan. Dikatakannya, dalam situasi sulit seperti ini bantuan akan sangat berguna bagi yang membutuhkan.

"Untuk alasan ini, kami para atlet juga ingin melakukan bagian kami dan membantu Anda di saat yang sulit ini. Saya sudah memberikan kontribusi, jadi saya berharap lebih banyak atlet akan bergabung dalam perjuangan ini dan membantu kami mencapai tujuan yang ditetapkan Rafa," pungkas Pedrosa, yang kini bekerja sebagai pembalap penguji tim KTM.  

Kontrak Bakal Kadaluarsa, Dovizioso Tunda Tentukan Masa Depan

Kontrak Bakal Kadaluarsa, Dovizioso Tunda Tentukan Masa Depan

Berita Seputar MotoGP - Masa depan Andrea Dovizioso bersama tim Ducati masih menjadi misteri. Sebab, negosiasi untuk membarui kontrak sang pembalap tampaknya berjalan alot.

Spekulasi tentang nasib Dovizioso bersama tim Ducati yang bakal kadaluarsa tahun ini sempat kencang terdengar setelah dirinya gagal untuk ketiga kalinya dalam perburuan gelar MotoGP dari pesaing terdekatnya, Marc Marquez. Sejumlah nama pun disiapkan tim pabrikan Italia untuk mencari alternatif jika Dovi hengkang dari Borgo Panigale.

Namun, negosiasi tim Ducati untuk mendatangkan pembalap baru pada musim depan tampaknya sudah kehabisan stok. Sebab, joki yang memiliki performa apik di lintasan pacuan kuda besi MotoGP sudah membuat keputusan tentang masa depannya. Fabio Quartararo dan Maverick Vinales misalnya. Kedua pembalap itu sempat digosipkan bakal menunggangi motor Desmosedici, tetapi mereka kalah cepat dari tim Yamaha.

Sebelum bergulirnya MotoGP 2020, tim Yamaha sudah mengonfirmasi line up pembalap untuk dua tahun ke depan. Ya, Quartararo dan Vinales diketahui bakal berduet. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda apakah Ducati bakal memertahankan Dovizioso atau tidak mengingat pagelaran MotoGP tahun ini sedang dalam situasi darurat kesehatan lantaran pandemi virus corona.

Akibatnya, belum ada balapan yang digelar setelah Grand Prix Qarar, Thailand, Australia dan Jerez mengonfirmasi menunda balapan. "Saya tidak punya rencana untuk masa depan, itu akan tergantung pada banyak faktor," kata Dovizioso dikutip dari Sky Sport, Minggu (29/3).

"Di balik keputusan penting ini ada hal di balik layar yang tidak kita ketahui. Tampaknya aneh bagi saya, tetapi banyak hal untuk dipikirkan sebelum membuat keputusan," imbuh Dovizioso.