Thursday, April 20, 2017

Tak Gubris Peringatan Rossi, Lorenzo Harus Bayar Mahal


Berita Seputar MotoGP - Jorge Lorenzo harus membayar mahal keputusannya yang bersikeras bergabung dengan Ducati meski telah diingatkan rival sekaligus rekan satu timnya sewaktu di Yamaha, Valentino Rossi untuk tak beralih ke pabrikan asal Italia.

Bencana, itulah satu kata yang dapat menggambarkan debut Jorge Lorenzo bersama Ducati. Setelah mengalami kesulitan selama pramusim, juara dunia lima kali ini bahkan tak masuk posisi 10 besar dalam dua race pertama musim 2017 ini.

Di Qatar, Lorenzo hanya mampu finis di posisi 11 dan hanya mengumpulkan lima poin, sementara di Argentina kemarin, ia mengalami crash bahkan sebelum melewati tikungan pertama Termas de Rio Hondo yang membuatnya tak meraih satu poin pun.

Ternyata, sejak awal Lorenzo telah dihimbau oleh timnya sebelumnya di Yamaha untuk tak bergabung dengan Ducati. Dan rival sekaligus rekannya, Valentino Rossi pun berada di antara mereka yang mengingatkan tentang masalah yang berpotensi akan ia hadapi ke depannya.
Baca juga : Bos Vinales: Lorenzo Tak Mungkin Menyesal Tinggalkan Yamaha


Rossi yang pernah bergabung dengan  Si Merah dari 2011 hingga 2012 ini menyatakan bahwa Ducati memiliki karakter khusus yang membutuhkan cara membalap berbeda, yang mungkin akan membuat rider seperti Lorenzo mengalami kesulitan.

Namun, rider asal Spanyol ini tak menggubrisnya dan tetap ngotot bergabung dengan pabrikan asal Italia itu. Dengan melihat hasil yang diraih sejauh ini, peringatan The Doctor ternyata terbukti dan keputusan Lorenzo harus dibayar sangat mahal.

Di sisi lain, Rossi justru tampil cukup apik. Meski sempat mengalami kesulitan selama pramusim dengan tunggangan M1 miliknya, rider 38 tahun ini berhasil memperbaiki masalahnya di dua race pertama dengan meraih podium bersama rekan satu tim anyarnya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang membuatnya cukup optimistis untuk mewujudkan ambisi merengkuh gelar MotoGP ke-10 dalam kariernya.



Bos Vinales: Lorenzo Tak Mungkin Menyesal Tinggalkan Yamaha


Berita Seputar MotoGP - Hasil buruk di dua balapan pembuka musim ini yang didapat oleh rider Ducati Team, Jorge Lorenzo tidak dapat meyakinkan Crew chief Maverick Vinales di Movistar Yamaha, Ramon Forcada bahwa Lorenzo menyesal karena sudah meninggalkan Yamaha.

Sebelumnya, Forcada adalah orang terdekat Lorenzo karena posisinya sebagai crew chief selama sembilan tahun di Yamaha, namun Forcada tidak mau ikut pindah ke Ducati dan lebih memilih mengepalai tim Vinales.

Forcada tak percaya jika Lorenzo akan menyesal, hanya saja untuk saat ini Lorenzo harus bekerja lebih keras dalam proses adaptasi agar bisa segera bangkit.

"Saya sudah prediksi ia akan seperti ini, tapi jangan cemas. Ia adalah pembalap yang sangat baik, hanya saja ia butuh semua yang sempurna agar bisa tampil sempurna.

Semua orang tahu bahwa Ducati adalah motor yang sangat berbeda pada umumnya dari pabrikan Jepang," jelas Forcada.

Meski hingga saat ini Lorenzo masih terseok-seok dan belum punya arah yang jelas, tapi Forcada yakin Lorenzo tidak pernah menyesal tinggalkan Ducati.

"Entahlah, tapi saya rasa ia tak menyesal. Karena setahu saya Lorenzo tipikal pembalap yang jika mengambil keputusan, maka ia akan menerima segala hal yang datang padanya dan bekerja sekeras mungkin untuk menuntaskan targetnya," tutup Forcada.