Sunday, March 19, 2017

Susah Adaptasi Suzuki, Iannone Coba Contek Gaya Vinales


Berita Seputar MotoGP - Sebelumnya, sudah empat musim Andrea Iannone membela Ducati Team, tahun 2017 ini untuk pertama kalinya pembalap asal Italia itu beralih ke pabrikan lain, yakni Suzuki, sebagai pengganti Maverick Vinales.

Sulitnya menakluk karakter motor GSX-RR milik Suzuki Ecstra membuat Iannone sedikit bekerja keras untuk dapat melaju mulus di atas motor barunya itu. Namun, dirinya mengatakan, perubahan tersebut bukan karakternya.

"Saya berusaha keras untuk beradaptasi, tapi mesin ini nampaknya butuh gaya balap yang berbeda, gaya yang sama dengan riding Vinales, jadi saya mencoba untuk menirunya, tapi itu bukan karakter saya.

Vinales memiliki gaya balap yang jauh berbeda dari kebiasaan pembalap lain umumnya," terang Iannone seperti diberitakan Motorsport.

“Pada kebanyakan pembalap, mereka menggunakan rem untuk membawa motor masuk ke tikungan, baru kemudian berakselerasi, berbeda dengan yang dilakukan Vinales.

Sekarang saya mencoba beradaptasi, untuk mengimbangi apa yang kurang," sambung Iannone.

Dalam tes terakhir di Qatar kemarin, Iannone terlempar kedua posisi 10 besar dan hampir tertinggal 1 detik dari waktu tercepat Vinales yang menunggang Yamaha M1.

"Kami mendapat banyak informasi positif di menit-menit akhir sesi. Tiga lap terakhir saya libas dengan waktu rata-rata 1 menit 55 detik, yang tidak pernah terjadi dalam dua hari sebelumnya.

Namun kami masih memiliki sedikit kekurangan kecil, terutama di tikungan 6, di mana tidak bisa mengerem seperti yang saya inginkan," pungkas Iannone.


Dengan Suzuki, Iannone Ingin Lebih Kuat dari Vinales


Berita Seputar MotoGP - Meskipun Andrea Iannone terlihat sangat lemah di tes pra-musim Qatar kemarin, tapi pembalap asal Italia itu yakin dan sangat optimis bisa menjadi lawan yang kuat bagi rider-rider lainnya.

Bahkan Iannone ingin melampaui pencapaian Maverick Vinales ketika bersama Suzuki dulu.

Di hari terakhir tes Qatar, Iannone hanya berhasil menempati posisi tercepat ke-13, gagal masuk 10 besar.

Keluhan utama Iannone di tes Qatar lalu adalah kurangnya grip pada ban depan motor GSX-RRnya.

"Tidak pernah mudah mencapai harapan, tapi saya pikir kami memiliki kesempatan yang sangat baik, meskipun masih ada banyak pekerjaan yang harus dibereskan," kata Iannone kepada GPOne.

"Memang tidak mudah untuk membuat perkiraan sekarang, tapi tujuan saya adalah untuk selalu menjadi salah satu pembalap top.

Dalam dua tahun terakhir bisa seperti itu dan musim 2017 ini saya berharap bisa lebih kuat lagi," sambungnya.

Tapi Iannone juga sadar bahwa persaingan kian sengit, terutama melawan Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Vinales.

"Ini akan menyenangkan, tapi musim tentu akan berlangsung sulit, lawan-lawan saya sangat kuat. Tapi ini akan membuat balapan jadi menarik, terutama untuk para penonton.

Saya berharap saya bisa membuat diri saya sendiri dan tim menjadi bahagia," harap The Maniac Joe