Wednesday, April 1, 2020

Dorna Sports Gencar Diskusi Hingga Bahas Kondisi Keuangan Tim

Dorna Sports Gencar Diskusi hingga Bahas Kondisi Keuangan Tim

Berita Seputar MotoGP - Kalender MotoGP 2020 benar-benar berantakan lantaran keadaan darurat kesehatan yang menghantam ratusan negara di dunia. Sejauh ini ada beberapa penundaan balapan seperti yang terjadi di Grand Prix Qatar, Thailand, Austin, Argentina, dan Jerez.

Waktu terus berjalan dan prediksi kapan balapan MotoGP bakal digelar masih belum ada kejelasan yang pasti. Akhir pekan kemarin, Dorna Sports selaku otoritas kejuaraan dunia motorsport memberikan hiburan kepada penggemar untuk melihat aksi sirkus MotoGP memainkan game virtual.

Pada balapan tersebut Alex Marquez keluar sebagai jawara game virtual itu. Ini merupakan cara untuk menjaga perhatian penikmat balap motor di seluruh dunia. 

Kendati demikian, game virtual itu tidak bisa mengobati kerinduan penikmat balap motor untuk menyaksikan idolanya. "Kami tidak dapat menunda sampai kami tahu kapan bisa mulai," ungkap Ezpeleta dikutip dari Corsedimoto, Senin (30/3/2020).

"Kami sudah berdiskusi dengan Prancis dan kemudian kami akan melakukannya dengan Italia dan Catalonia. Jika terlambat, tidak semua orang akan kembali dan kami harus membatalkan."  

Ini bukan hanya masalah menunggu pandemi berakhir, tetapi memahami bagaimana pemerintah akan bergerak untuk menghindari gelombang kedua penularan. "Ketika kami memiliki ide yang paling jelas, kami akan berpikir untuk mengatur musim dengan cara terbaik. Kami akan melakukan yang terbaik, tanpa lebih menekankan final kejuaraan," beber Ezpeleta.

Prioritasnya adalah memulai, mengatur Grand Prix pertama dengan cara terbaik. Hanya dengan begitu Dorna akan memiliki gagasan paling jelas tentang musim MotoGP 2020 yang, tentu saja, dengan sedihnya akan tetap ada dalam catatan sejarah.

Sulit untuk melangkah terlalu jauh di musim dingin dan akhir Januari. Pasalnya, Dorna Sports juga harus memikirkan kejuaraan berikutnya.

"Sekarang, saya bersikeras, itu akan sangat bergantung pada kapan kita bisa memulai tahun ini. Mari kita lakukan musim yang lebih pendek untuk melakukannya sepanjang tahun depan. Ketika kita melihat situasi kita sekarang, kita akan melihat bagaimana mengatur kejuaraan berikutnya, karena dunia tidak akan pernah sama lagi," pungkas Ezpeleta.

Di samping membicarakan mengenai kalender MotoGP 2020, Ezpeleta juga sedang mencari solusi untuk mengatasi krisis keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dorna akan melakukan segala cara untuk menjaga kondisi finansial setiap tim dengan memodifikasi struktur internal untuk beradaptasi dengan era baru.

"Kami berusaha membantu tim swasta untuk membantu mereka membayar gaji. Kami mengetahui kebutuhan tim Moto2 dan Moto3, kami telah berkontribusi 25.000 euro per pengendara untuk saat ini. Itu dilakukan melalui IRTA. Dan di MotoGP beberapa saluran diaktifkan untuk dapat membayar upah orang. Ini bukan angka per pengemudi, tetapi per tim. Anda harus mempertimbangkan pengeluaran bulanan mereka dan mencoba membantu mereka secara finansial setidaknya untuk tiga bulan ke depan." 

Dovi Akui Tim Ducati Keteteran Temukan Solusi Dongkrak Performa Desmosedici

Dovi Akui Tim Ducati Keteteran Temukan Solusi Dongkrak Performa Desmosedici

Berita Seputar MotoGP - Andrea Dovizioso sepakat ketika membicarakan Marc Marquez sebagai salah satu pembalap berbahaya di kelas utama MotoGP. Betapa tidak, sejak berkecimpung di kelas utama pada 2013, enam gelar juara dunia berhasil disabetnya.

Keberhasilan Marquez mendominasi kejuaraan balap motor ini tak lepas dari kerja keras para teknisi tim Repsol Honda. Selama bertahun-tahun mereka mencari solusi untuk meningkatkan performa motor RC213V.

Di sisi lain, tim pesaing Honda berusaha untuk mengimbanginya, seperti yang dilakukan tim Ducati. Namun, dalam situasi seperti ini hampir seluruh tim peserta meningkatkan standarnya sehingga sulit untuk bersaing.

"Semua motor telah menaikkan standar, ada banyak motor yang bisa menang dan banyak pembalap berbakat. Kami mencoba dengan detail kecil untuk membuat perbedaan," kata Dovi dikutip dari Corsedimoto, Minggu (29/3/2020).

"Ketika ada banyak orang yang berjuang untuk kejuaraan, itu adalah keuntungan ketika kamu memiliki sesuatu yang lebih. Tetapi jika Anda tidak memiliki lebih banyak, itu negatif, karena ada banyak pembalap yang bisa berada di depan Anda," sambung Dovi.

Saat ini teknisi tim Ducari di Borgo Panigale sedang bekerja untuk mengambil langkah lain. Tapi sekali lagi, ada perbedaan dalam meningkatkan performa motor antara satu tim dengan tim yang lain.

"Ketika Anda berada di level ini dan Anda memainkan balapan, sulit untuk terus meningkatkan. Kami pandai dalam aspek-aspek tertentu, untuk mempercepat dan memiliki ide-ide inovatif, tetapi kami belum dapat menemukan solusi di bidang di mana orang lain lebih kompetitif. Kami telah berusaha selama bertahun-tahun, tetapi itu tidak mudah, karena lawan juga berjuang untuk menjadi lebih baik lagi," pungkas Dovizioso.