Monday, October 1, 2018

Iannone, Pembalap Berbakat Yang Terbuang

Iannone, Pembalap Berbakat yang Terbuang

Berita Seputar MotoGP - Disadari atau tidak, stempel pembalap berbakat yang terbuang kian melekat pada diri Andrea Iannone. Anggapan itu yang dilontarkan manajernya Carlo Pernat.

Berbicara mengenai karier Iannone di MotoGP memang belum begitu mengesankan. Tidak ada gelar kelas elite yang menghiasi koleksi trofinya. Tapi sosok pembalap Italia ini tetap diperhitungkan.

Dari pendapat sang manajer bahwa kegagalan Iannone mempersembahkan gelar MotoGP dinilai sebagai "penodaan olahraga". Karena dia dianggap memiliki bakat alami untuk bertarung satu lawan satu di lintasan pacuan kuda besi.

"Mungkin ada masalah pilihan. Andrea ke Pramac dengan Campinoti, Ducati dan kemudian dari sana memilih dia memutuskan pergi ke Suzuki. Bagaimana pun pilihan adalah pilihan dan dia tahu konsekuensi yang dari keputusannya benar atau salah," kata Pernat dikutip dari Insella, Sabtu (29/9/2018).

"Jika Andrea tetap di Ducati, mungkin kariernya akan berbeda. Sayang sekali, dia sangat kuat dan layak untuk tinggal di sana. Kalau tidak, itu adalah bakat yang dibuang," pungkas Pernat.  

Berapa Poin yang Dibutuhkan Marquez Jadi Juara Dunia MotoGP?

Berapa Poin yang Dibutuhkan Marquez Jadi Juara Dunia MotoGP?

Berita Seputar MotoGP - Marc Marquez kian mendekati podium juara dunia MotoGP 2018. Lalu berapa poin yang dibutuhkan pembalap tim Repsol Honda untuk menyegel gelar dengan hanya lima balapan tersisa?

Marquez baru saja mengamankan kemenangan di GP Aragon, akhir pekan kemarin. Tambahan 25 poin makin memantapkan posisi The Baby Alien di puncak klasemen dengan raihan 246 poin.

Marquez unggul 72 poin dari Andrea Dovizioso yang ada di posisi kedua. Dengan hanya lima balapan tersisa, poin maksimal yang bisa didapat pembalap Ducati Corse adalah 299 poin.

Dengan catatan, Dovizioso melahap lima balapan tersisa. Artinya, jawara bertahan MotoGP hanya membutuhkan 54 poin untuk menyegel gelar juara dunia musim ini.

Angka tersebut dirasa tidak terlalu sulit buat Marquez mengingat dia memiliki catatan bagus di tiga dari lima balapan tersisa musim ini. Tiga balapan tersebut di Jepang, Australia, dan Valencia.

"Kami akan mengambil risiko yang sama. Saya selalu mengatakan bahwa saya memulai akhir pekan dengan mentalitas untuk menang. Kemudian selama hari Minggu, saya melihat apakah saya bisa menang atau jika saya harus naik podium," kata Marquez.

Tapi Marquez menampik jika dirinya berada di atas angin untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP 2018. "Tidak, ini belum selesai. Karena saya tidak memiliki poin yang mengatakan bahwa mereka tidak dapat menggantikan saya di kejuaraan, itu belum selesai," kata Marquez.