Thursday, November 2, 2017

Sejak Agustus, Rossi Sudah Punya Firasat Gagal Juara MotoGP 2017


Berita Seputar MotoGP - Setiap gelaran MotoGP nama Valentino Rossi kerap kali menghiasi pemberitaan di beberapa media dunia. Para idola terus mengikuti perjalanan The Doctor selama mengaspal di arena pacuan kuda besi. Tapi dalam empat musim terakhir, pembalap tim Movistar Yamaha bisa diibaratkan hanya menjadi pemanis.

Maksud dari pernyataan itu lantaran Rossi selalu gagal menggenapi raihan gelar juara dunia ke-10. Ironisnya, itu kembali terjadi di tahun ini dimana dia telah mengibarkan bendera putih terkait perburuan juara setelah tercecer di urutan keempat dengan raihan 188 poin.

Rossi terpaut 85 poin dari Marc Marquez selaku pimpinan klasemen MotoGP 2017. Banyak penikmat balap motor di kelas elit tergelitik untuk mengetahui penyebab pemilik nomor 46 itu kehilangan momentum untuk merebut juara dunia di musim ini.

Kecelakaan di trek tanah jelang balapan di Misano pada awal September pun menjadi pembahasan. Namun secara tegas Rossi membantah jika itu dijadikan sebagai penyebab utama kegagalannya merayakan gelar ke-10.

"Bagi saya, tidak jauh lebih baik karena saya memiliki terlalu banyak masalah. Sebelum balapan di Silverstone (Agustus), saya pernah mengatakan bahwa saya tidak cukup kuat untuk memperjuangkan kejuaraan," tutur Rossi seperti dikutip dari Autosport, Rabu (1/11/2017).

"Karena itu, secara realistis, meski saya tidak mematahkan kaki, saya tetap tidak bisa memperjuangkan kejuaraan karena saya tidak cukup kuat. Saya tidak pernah bisa melakukan dua balapan yang baik secara beruntun," tambahnya.

Cidera Bukan Penyebab Utama Pupusnya Harapan Juara Rossi Musim Ini


Berita Sputar MotoGP - Valentino Rossi mengatakan bahwa kaki kanannya yang patah di pertengahan musim ini tidak serta merta membuat kesempatannya untuk meraih gelar juara MotoGP tahun ini hilang. Rossi menegaskan bahwa cideranya bukanlah faktor utama ia tertinggal di klasemen.

Pembalap Yamaha itu terpaksa melewatkan balapan di kampung halamannya di Misano setelah mengalami cidera saat latihan motorcross pada awal September.

Meski dokter menyarankan dia harus beristirahat setidaknya selama 30 hari, namun Rossi kembali ke aksi MotoGP di Aragon, dan juga ikut ambil bagian dalam latihan hari Jumat, terhitung 22 hari sejak cidera.

Rossi hanya terpaut 26 poin dari kejuaraan sebelum Misano, namun absen dalam balapan GP Italia dan kemudian tersingkir di Motegi mengakhiri harapannya untuk mengambil mahkota kelas utama MotoGP untuk kedelapan kalinya.

Namun pembalap berusia 38 tahun itu tidak percaya bahwa dia bisa terus berpacu dengan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso dalam perebutan gelar juara, karena masalah grip bagian belakang Yamaha yang terus terulang.

"Bagi saya, tidak jauh lebih baik karena saya memiliki terlalu banyak masalah," ungkap Rossi ketika ditanya seberapa besar harapan kejuaraan yang akan dia dapatkan jika saja tak mengalami cedera.

"Selama musim ini dan seperti saat kami berbicara di Silverstone, saya sudah mengatakan bahwa saya tidak cukup kuat untuk memperjuangkan kejuaraan."

"Jadi, secara realistis, meski saya tidak mematahkan kaki, saya tidak bisa memperjuangkan kejuaraan karena saya tidak cukup kuat. Saya tidak pernah bisa melakukan dua balapan yang bagus secara beruntun."

Rossi mengalami balapan sulit lainnya di Sepang akhir pekan lalu dengan finis di urutan ketujuh, hal ini juga menunjukkan bahwa motor Yamaha M1 2017 cenderung kendor di lintasan basah.

Tapi orang Italia itu merasa motornya masih memiliki potensi yang belum tergali, dan masih mampu memberikan penampilan yang kuat di tempat yang kering.

"Menurut saya potensi motornya tidak buruk, masalahnya adalah bannya kurang bekerja dengan baik," katanya.

"Sepeda di awal tahun memiliki masalah besar, sementara ini (sasis 2018) yang baru kami miliki sejak Silverstone dan kemudian saya mematahkan kaki saya. Jadi kita berada di belakang yang lain dalam aspek tertentu."

"Tapi di musim kering kami telah belajar banyak hal penting, meski musim ini sangat sulit."