Wednesday, June 14, 2017

Hasil Tes Paska Balap GP Catalunya Hari Pertama (Senin, 11/6)

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2017/06/13/49/1213295/tercepat-saat-tes-catalunya-marquez-fokus-dengan-ban-Cj0.jpg

Berita Seputar MotoGP - Pembalap Repsol Honda Marc Marquez berhasil menempati urutan teratas di hari pertama tes resmi MotoGP di Catalunya (Senin, 12/6). Sedangkan Vinales dan Rossi yang memanfaatkan pengujian untuk menjajal sasis baru, masing-masing menjadi tercepat kedua dan kesepuluh.

Usai merampungkan seri balap ketujuh musim ini pada Minggu lalu (11/6), kini para pembalap MotoGP kembali turun ke lintasan untuk menjalani tes resmi MotoGP selama dua hari (Senin-Selasa) yang juga dilangsungkan di sirkuit Catalunya.

Namun tim pabrikan Ducati, Aspar dan Avintia Racing memilih absen kali ini, lantaran telah melangsungkan tes privat di Catalunya pada Mei lalu.

Di hari pertama, Marc Marquez yang baru saja naik ke tangga podium kedua pada balap Minggu lalu (11/6), berhasil menjadi yang tercepat mengungguli rider Yamaha Maverick Vinales yang hanya lebih lambat 0,366 detik.

Posisi ketiga diraih oleh rider Yamaha Tech3 Jonas Folger, disusul oleh Dani Pedrosa di posisi keempat dan Aleix Espargaro yang melengkapi peringkat lima besar.

Dalam tes paska balap ini, duo Movistar Yamaha juga menjajal dua versi sasis baru Yamaha, yang diakui Rossi lebih baik dari yang dia gunakan saat ini. Rossi sendiri hanya mampu menutup peringkat sepuluh besar.

Berikut hasil tes resmi MotoGP paska balap Catalunya 2017:

1. Marc Marquez SPA Repsol Honda Team (RC213V)1m 44.071s
2. Maverick Vinales SPA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)1m 44.437s +0.366
3. Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)1m 44.972s +0.901s
4. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (RC213V)1m 45.003s +0.932s
5. Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP)1m 45.046s +0.975s
6. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V)1m 45.296s +1.225s
7. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)1m 45.452s +1.381s
8. Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP16)1m 45.565s +1.494s
9. Tito Rabat GBR Estrella Galica 0,0 Marc VDS (RC213V)1m 45.582s +1.511s
10. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)1m 45.635s +1.564s
11. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17)1m 45.863s +1.792s
12. Jack Miller AUS Estrella Galica 0,0 Marc VDS (RC213V)1m 45.897s +1.826s
13. Pol Espargaro SPA KTM MotoGP Factory Racing (RC16)1m 46.107s +2.036s
14. Andrea Iannone ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)1m 46.130s +2.059s
15. Sam Lowes GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)1m 46.389s +2.318s
16. Mika Kallio FIN KTM Test Rider (RC16)1m 46.405s +2.334s
17. Alex Rins SPA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)1m 46.490s +2.419s
18. Sylvain Guintoli FRA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)1m 47.055s +2.984s



Tuesday, June 13, 2017

Menangi Lomba MotoGP Catalunya 2017, Dovizioso Merasa Aneh

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/atmaja/andrea_dovizioso_(ducati_corse)_di_akhir_pekan_lomba_motogp_catalunya_2017._(foto-michelin).jpg

Berita Seputar MotoGP - Andrea Dovizioso tampil brilian dalam dua pekan beruntun. Karena setelah memenangkan MotoGP Italia 2017 di sirkuit Mugello (4/6). Pembalap 31 tahun itu kembali membawa motor Ducati Desmosedici GP17 terdepan di MotoGP Catalunya 2017, Minggu (11/6).

Namun meski berhasil keluar sebagai juara MotoGP Catalunya 2017, Andrea Dovizioso justru mengatakan balapan sangat aneh. Mengapa demikian?

Ya, Dovizioso tak tampil ngotot pada lap-lap awal. Dengan tenang, ia menjaga ritme dan menunggu momen tepat untuk menaklukkan duo Repsol Honda: Marc Marquez serta Dani Pedrosa. Akhirnya, momen itu tiba ketika memasuki lap 17. Dovizioso menyalip Pedrosa di trek lurus. Sempat jaraknya dipangkas Marquez, tapi pembalap Italia berhasil mempertahankan posisi pertama dan finis lebih dulu.

“Itu adalah balapan yang sangat aneh, seperti yang saya katakan sebelum balapan. Karena untuk memenangi balapan dan tidak menekan 100 persen saat lomba adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi pada saya,” ucap Dovizioso seusai lomba MotoGP Catalunya 2017 kepada BT Sport.

“Itu sesuatu yang sangat aneh. Sangat panas dan tidak ada grip di lintasan. Anda tidak bisa menekan karena ban depan, terutama daya cengkeram ban belakang banyak menurun. Saya tidak menekan. Saya di belakang Dani, dan dia juga tidak menekan. Kami mengendarai motor dengan cara yang sangat halus. Kami tidak pernah menggunakan potensi motor seutuhnya,” imbuh Dovi.

Pembalap Italia itu kemudian melanjutkan pernyataannya: “Itu adalah strategi yang tepat (tidak terlalu menekan). Senang bisa di depan dan tidak menekan! (Tapi) itu adalah sesuatu yang benar-benar aneh. Ketika Anda punya feeling, Anda sadar tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup. Sulit untuk dijelaskan (dengan kata-kata)."

Kemenangan di Catalunya membuat Dovizioso kini mengoleksi 104 poin, atau hanya terpaut tujuh poin di belakang pemuncak klasemen sementara Maverick Vinales (111 poin). Kendati demikian, ia tetap menegaskan tidak memikirkan tentang peluang juara dunia.

“Saya tidak ingin bicara soal kejuaraan, karena setiap kali kami bicara sesuatu dan turun ke trek, sesuatu yang berbeda terjadi. Saya tidak tahu. Saya akan meninggalkan setiap akhir pekan seperti balapan pertama,” tutur Dovi.

Perlu diketahui pula, Dovizioso menjadi pembalap pertama sejak Casey Stoner pada 2010, yang berhasil meraih dua kemenangan beruntun bagi Ducati. Sebuah pencapaian yang jelas patut diapresiasi, sejak ia memperkuat pabrikan Italia ini pada 2013.

“Akhir pekan ini aneh, bukan akhir pekan MotoGP yang normal. Tapi semua orang dalam situasi sama dan kami mengelola dengan cara lebih baik,” terangnya.

“Tentu, kami sekarang lebih percaya diri dan memikirkan tentang kejuaraan. Tapi belum waktunya untuk mengatakan kami bisa bertarung demi kejuaraan. Kami masih harus memperbaiki beberapa hal untuk benar-benar kompetitif. Saya akan fokus kepada hal itu, karena saya tahu apa yang kami butuhkan,” tutup Dovi.