Sunday, March 19, 2017

Walau Nantinya Bersitegang, Vinales Tegaskan Tak Musuhi Rossi


Berita Seputar MotoGP - Jagoan Movistar Yamaha, Maverick Vinales mengaku tetap menjadikan sang tandem, Valentino Rossi sebagai referensi dan panutannya, meskipun nanti keduanya tak lagi akur atau terlibat cekcok.

Vinales sendiri sudah sejak kecil mengaku mengidolakan Rossi, kini ia berada satu tim dengan Rossi dan merasa sangat bangga. Namun ada banyak spekulasi tentang hubungannya dengan Rossi yang tentu tidak akan akur selamanya.

"Saya dan Rossi memiliki hubungan yang baik. Ia pembalap yang hebat, tapi kan kita punya kepentingan masing-masing.

Hubungan kami hanya sebatas tandem, kami hanya rekan setim dan harus tampil 100%. Rossi selalu menjadi referensi saya.

Ia punya kharisma yang menakjubkan dan ini terbukti dari cara orang-orang mencintainya selama ini," terang Vinales kepada Sportium News.

Vinales juga dengan terang-terangan mengatakan bahwa ia tak akan menyerah begitu saja jika harus berebut gelar dunia, gelar yang ia idam-idamkan sejak kecil, jika Rossi jadi penghalangnya untuk gelar, tentu ia akan melawan.

"Inilah kompetisi, harus berjalan seperti ini. Kami berdua punya peluang sama besar, saya akan tampil sekuat mungkin untuk gelar.

Saya datang ke Yamaha dengan mentalitas ini. Tapi kami harus berperilaku cerdas dan menghindari konflik internal. Apa yang terjadi di lintasan, jangan sampai merembet ke luar lintasan," tegas pembalap asal Spanyol itu.


Akses Informasi Paddock, Pernat Bocorkan Masalah Pembalap


Berita Seputar MotoGP - Pengamat senior MotoGP asal Italia, Carlo Pernat selalu mengikuti tes pra-musim langsung dari dalam paddock.

Posisinya di paddock memungkinkan Pernat dapat mengakses langsung ke informasi, baik dengan pembalap, manajer dan mekanik. Untuk alasan ini, pendapatnya penting.

"Saya telah melihat Yamaha dalam dua sisi: Pertama, Maverick Vinales yang maish segar dan cepat. Kedua, Valentino Rossi yang punya masalah besar. Dia belum menemukan solusi yang ia inginkan.

Dalam simulasi balapan, Andrea Dovizioso dan Vinales adalah yang terbaik sejauh ini. simulasi dari Alvaro Bautista merupakan kejutan," cerita Pernat tentang kondisi persaingan jelang GP Qatar.

"Honda lebih baik dari tahun lalu, mereka mungkin tidak akan bermasalah di paruh pertama musim ini seperti tahun lalu. Sekarang kondisi Honda akan lebih baik, tapi tetap saja masih ada masih beberapa pekerjaan penting. Marc Marquez banyak jatuh, dia tidak percaya diri dengan bagian depan motornya," sambung Pernat.

"Untuk Ducati dan untuk Dovi, ini adalah tahun yang sangat penting, Dovi berkembang dengan baik, tekadnya kuat, sementara Jorge Lorenzo sedang berjuang tapi itu logis, bergerak dari Yamaha ke Ducati bukan perkara mudah. Lorenzo tidak melakukan simulasi balapan, mungkin karena dia tidak punya waktu," jabarnya.

"Sementara Suzuki juga memiliki beberapa masalah dengan bagian depan, tetapi pada akhirnya mereka menemukan solusi di lap akhir, hari terakhir cukup positif, terutama di jam-jam terakhir.

Pembalap muda yang baru masuk seperti Jonas Folger dan Johann Zarco mungkin terlihat kuat, tapi saya pikir mereka akan menghilang dalam balapan.

Hati-hati kecelakaan untuk pembalap-pembalap bintang, ada banyak dari mereka. Seperti Marquez, Iannone dan Rossi. Mereka harus berhati-hati. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di Qatar nanti," pungkas Pernat.